Sejarah AKJP II


Sejarah berdirinya Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Rencana Bapak Uskup Padang

Pendirian Institusi Pendidikan dan Prodi Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru berasal dari ide Bapak Uskup Padang Mgr. Martinus D. Situmorang OFM mengenai perlunya Keuskupan Padang memiliki satu lembaga pendidikan tinggi bidang kesehatan (STIKES). Pada tanggal 24 Januari 2011  dalam rapat yang dihadiri oleh  pengurus Yayasan Salus Infirmorum (YSI), Direktur dan wakil Direktur Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru diputuskan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan di bidang kesehatan yaitu Akademi Perawat.

Rencana Awal :  Sekolah Tinggi Kesehatan

Untuk menindaklanjuti permintaan Bapak Uskup tersebut dilakukan beberapa langkah kerja. Rm. Anton Konseng (YSI), Ibu Jeanny Susana M (Wakil Direktur RS Santa Maria Pekanbaru) dan Ibu Dona (RS.Santa Maria Pekanbaru) melakukan studi dan survey ke STIKES di lingkungan Katolik, diantaranya STIKES Panti Rapih Jogjakarta, Sekolah Analis Kesehatan Semarang, dan STIKES Carolus Jakarta. Selanjutnya, bersama dengan Ibu Theresia Riri (Yayasan Prayoga) Rm. Anton Konseng menemui Kepala Bagian Kelembagaan DIKTI di Gd. D. Lt. VI Rasuna Said Jakarta. Sesudah itu Rm. Anton Konseng dan Ibu Theresia Riri berkonsultasi dengan KOPERTIS Wilayah X. Hasil yang diperoleh dari kunjungan ke Dikti adalah Informasi mengenai Moratorium Pendirian Lembaga Pendidikan bidang keperawatan dan kebidanan. Berdasar informasi yang diperoleh dari Dirjen DIKTI,  Yayasan John Paul II Pekanbaru kemudian melakukan pertemuan dengan Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru. Atas usulan dan masukan dari dr. Arifin selaku Direktur Rumah Sakit dan dr. Fridayenti Sp.PK yang adalah ketua Ikatan Dokter Patologi Klinik Provinsi Riau yang juga menjabat sebagai penanggungjawab Laboratorium Rumah sakit santa Maria Pekanbaru akhirnya diputuskan untuk mendirikan satu akademi kesehatan dengan program studi analis Kesehatan.

Pendirian Yayasan John Paul II Pekanbaru

Tanggal 18 Juni 2012 dalam rapat YSI, dibentuk panitia kecil yang bertugas mempersipakan pendirian STIKES. Panitia kecil yang terdiri dari Direktur, Wakil Direktur, dan beberapa Staf RS Santa Maria Pekanbaru memutuskan beberapa hal diantaranya pendirian yayasan baru, program studi, dan hal lain terkait pendirian STIKES.

Yayasan baru didirikan karena rumah sakit tidak boleh mengelola usaha lain selain bidang rumah sakit, sementara YPR sudah terlalu berat. Nama Yayasan Baru itu adalah Yayasan JOHN PAUL II Pekanbaru. Yayasan John Paul II Pekanbaru didikan pada tanggal 01 Agustus 2011 berdasarkan Akte Notaris Hanani S.H. dengan mendapat pengesahan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia  dengan nomor AHU-1418.AH01,04 tertanggal 12 Maret 2012. Uskup Padang Mgr. Martinus Dogma Situmorang tercatat sebagai Pembina yayasan. Pengurus Yayasan John Paul II Pekanbaru diketuai oleh Rm. Antonius Konseng Pr.  M.Sc , Ibu Dorhot Hutapea S.Pd dan Bapak Drs. Frans Kalita Gazali sebagai sekretaris dan bendahara yayasan. Anggota yayasan terdiri dari Ibu Drg. Meyti Maria Quendangen, Bapak Johni Rianto S.H, Ibu Velysia Gunawan, dan bapak Tan Tjiang San.

Setelah terbentuknya Yayasan John Paul II Pekanbaru, selanjutnya panitya kecil menunjuk Ibu Anna Maria menjadi ketua STIKES.

Pada awalnya, Yayasan John Paul II Pekanbaru berencana mendirikan sebuah sekolah tinggi sebagai induk dari program studi  Diploma III – Analis Kesehatan. Namun karena untuk pendirian sekolah tinggi harus memiliki 2 program studi, maka yayasan akhirnya membentuk akademi, dengan persyaratan-persyaratan tenaga pendidik dosen linier harus berjumlah 6 orang, namanya belum terdaftar di data base DIKTI, bukan pegawai negeri, dan bukan dosen tetap perguruan tinggi lain, memiliki lahan dan gedung sendiri, dan sejumlah dana yang tersimpan di bank.

Dalam menjalankan tugasnya Ibu Anna Maria M.Pd dibantu oleh 4 orang karyawan yaitu Ibu Afri Kumalaningrum S.Kom sebagai kasir, Ibu Lefriati S.TP sebagai penanggung jawab bidang administrasi, Ibu Toliana Hutabarat selaku pembantu umum, dan Bapak Arifin Napitupulu sebagai supir yang juga merangkap petugas keamanan,  yang kemudian menjadi karyawan pertama dari Yayasan John Paul II Pekanbaru mulai tanggal 1 Januari 2012.  Ibu Anna Maria dan tim bertugas menyiapkan semua persyaratan admininstratif dan dokumen yang dibutuhkan untuk pendirian institusi dan prodi yang direncanakan.

Hasil yang dicapai oleh Ibu Anna Maria dan tim selama persiapan adalah pembuatan dokumen administrasi yang meliputi Studi Kelayakan, Rancangan Induk Pembangunan 5 tahunan,  Standar Nasional Pendidikan, Standar Penjaminan Mutu Internal, Statuta Perguruan tinggi, Kode etik Sivitas Akademi.

 

Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru Program Studi D-III Analis Kesehatan

Studi Banding

Ibu Anna Maria dan karyawan mulai bekerja untuk mempersiapkan pendirian Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru dengan Program Studi D-III Analis Kesehatan. Ibu Anna Maria dan tim bekerja keras mempersiapkan segala persyaratan administratif dan dokumen-dokumen yang dipersyaratkan untuk pengurusan ijin pendirian lembaga tersebut. Ibu Anna dan Tim menyusun Studi Kelayakan Pendirian Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru, membuat dan melengkapi semua persyaratan administratif yang dibutuhkan, dan juga mulai menyusun kurikulum. Selain persiapan yang dilakukan secara internal, Yayasan John Paul II Pekanbaru menugaskan Ibu Anna Maria dan Staff untuk melakukan studi banding ke beberapa lembaga pendidikan yang telah berdiri, diantaranya Akademi Analis Kesehatan Rajawali di Bandung, Akademi Kesehatan Theresiana di Semarang, dan Akademi Perawat Panti Rapih di Jogkarta. Dalam kesempatan studi banding tersebut, Ibu Anna Maria dan Tim melakukan studi dan observasi secara langsung mengenai kegiatan operasional akademi kesehatan yang telah berjalan diantaranya kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan, dokumen-dokumen pendukung,  peraturan perundang-undangan yang menjadi kelengkapan dan syarat pendirian lembaga itu. Studi banding juga dilakukan untuk melihat penyusunan dan pengelolaan kurikulum dan  kegiatan perkuliahan.

Pembangunan Gedung

Sejalan dengan pekerjaan yang berkaitan dengan pengurusan ijin operasional Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru, Yayasan John Paul II Pekanbaru mulai melakukan persiapan pembangunan gedung dan sarana fisik lainnya yang dibutuhkan berdirinya sebuah akademi kesehatan. Yayasan John Paul II Pekanbaru kemudian menbentuk tim pembangunan gedung dan sarana fisik lain yang diketuai oleh Bapak Frans Sembiring, Sekretaris Ibu Anna Maria Bendahara Bapak Frans Kalita. Sebagai pengawas internal adalah Bapak Koes Poerwanto dan Bapak. Hakim Prayogi.   Tim bekerja sama dengan konsultan pembangunan yang ditunjuk yaitu Konsultan Moment Area untuk perencanaan dan pembangunan dilakukan secara swakelola. keseluruhan biaya pembangunan gedung Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru didanai oleh Yayasan Salus Infirmorum.

Semula lokasi gedung STIKES direncanakan dibangun di tanah keuskupan yang terletak di jalan lingkar luar. Karena alasan lain, akhirnya Yayasan John Paul II Pekanbaru memanfaatkan Gedung DELSOS atas seijin Bapak Uskup sebagai Kampus Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru.  Secara resmi penyerahan Gedung DELSOS ke Yayasan John Paul II Pekanbaru ditandatangani tanggal 1 Maret 2012. Gedung DELSOS kemudian diperbarui dengan penambahan bangunan-bangunan baru untuk fasilitas pendidikan seperti ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, aula dan ruang Kaprodi dan dosen. Selain itu Yayasan John Paul II Pekanbaru juga melakukan renovasi tampilan luar gedung DELSOS.

 

Pengusulan Pendirian Program Studi Diploma III – Analis Kesehatan

Evaluasi Persyaratan

Melalui sebuah proses kerja yang cukup panjang akhirnya  semua dokumen yang dipersyaratkan untuk pendirian Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru siap dibuat.  Selanjutnya dokumen persyaratan dikirimkan ke Dirjen Pendidikan tinggi untuk dinilai dan dievaluasi oleh tim evaluator DIKTI. Komunikasi dan evaluasi persyaratan dan dokumen dilakukan secara online dengan beberapa perbaikan yang harus dilakukan. Setelah melalui proses evaluasi dokumen dan persyaratan oleh tim evaluator akhirnya Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru dinilai lulus evaluasi dan layak untuk melanjutkan proses ke tahap berikutnya yaitu tahap Presentasi di hadapan tim dari DIKTI

Presentasi

Tahapan selanjutnya yang harus dilalui adalah Presentasi tim dari Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru  di Jakarta. Presentasi dilakukan di Jakarta oleh Romo Antonius Konseng, Pr. MSc, dan Ibu Anna Maria M.Pd pada tanggal­ 13 November 2016 di hotel Millenium, Jakarta. Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru harus mempresentasikan semua persyaratan dan dokumen di tim yang terdiri dari 3 guru besar dari DIKTI yang ahli dalam bidang Keuangan, Keahlian, dan Hukum. Dalam presentasi tersebut Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru dinyatakan lulus dan selanjutnya akan dilakukan Visitasi oleh Tim Dikti untuk melihat kesiapan pendirian Akademi Kesehatan John Paul II pekanbaru secara langsung di lapangan.

Visitasi

Menjelang visitasi yang dilakukan oleh tim dari DIKTI, perekrutan tenaga pengajar mulai dilakukan untuk memenuhi persyaratan tenaga pengajar. Dosen yang pertama direkrut adalah Ibu Karolina Rosmiati M.Farm, Apt, Ibu Titi Lasmini, M.Sc, Ibu Berliana, M. Kes, Bapak Fauzan, M.Si, dan Ibu Marta Evy Susanti, M.Sc.

Pendirian Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru mendapat dukungan dari dokter patologi klinik di Pekanbaru antara lain dr. Lily Vincentia MSi, Med. Sp.PK, dr. Fani Ade Irma Sp.PK, dr. Hartini Cahyadi, Sp.PK, dr. Dewi Laseria Sipayung, Sp.PK, dan dr. Amsahyuddin, Sp.PK dan ditunjukkan dengan kesediaan dokter tersebut menjadi tenaga pengajar di AKJP II Pekanbaru. Selama visitasi yang dilakukan oleh Tim DIKTI, dr. Fridayenti Sp.PK dan dr. Dewi Laseria Sipayung Sp.PK berada di kampus AKJP II Pekanbaru hingga visitasi berakhir.

Visitasi Tim DIKTI dilakukan pada tanggal 28 April 2014 di kampus Akademi Kesehatan John Paul II pekanbaru. Tim Visitasi terdiri 3 orang Guru besar Prof. Marsudi Triatmodjo, Prof. Mahmud Solihin, dan Prof. Widadi W. Widayat yang menjadi penilai independen DIKTI, 2 orang dari Direjen Pendidikan Tinggi didampingi oleh Ibu Yuni dari KOPERTIS X Sumbar-Riau-Kepri-Jambi. Hadir dalam visitasi tersebut adalah Romo Anton Konseng Pr. M.Sc, Ibu Anna Maria, M.Pd, Pengurus Yayasan John Paul II Pekanbaru, seluruh dosen pengajar, dan dr. Fridayenti Sp.PK yang juga adalah ketua ikatan dokter Patologi Kinik Provinsi Riau.

Tim Visitasi DIKTI melakukan verifikasi kesesuaian data  hukum, akademik, SDM, keuangan, lingkungan, dan Sarana-prasarana secara langsung di kampus Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru. Tim visitasi mewancarai dosen yang akan menjadi tenaga pengajar di kampus. Dosen yang diwawancarai oleh Tim DIKTI adalah dr. Lily Vincentia, Sp.PK, Ibu Karolina Rosmiati M.Farm, Apt, Ibu Titi Lasmini, M.Sc, Ibu Berliana, M. Kes, Bapak Fauzan, M.Si, dan Ibu Marta Evy Susanti, M.Sc, dr. Fanny Sp.PK dan dr. Hartini Cahyadi, Sp.PK. Selama visitasi berlangsung, Ibu Anna Maria M.Pd hadir untuk memberi dukungan ke dosen-dosen yang sedang diwawancara. Sementara Romo Anton Konseng Pr. MSc  dan Ibu Dorhot Hutapea S.Pd beserta beberapa pengurus lainnya mendampingi Tim Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru saat dilakukan verifikasi bidang keuangan dan Hukum.

Tim visitasi memberikan apresiasi yang yang baik atas kerja keras yang dilakukan dalam mempersiapkan pendirian Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru. Penilaian yang positif diberikan oleh tim penilai yang datang atas kinerja yang telah dicapai oleh tim AKJP II Pekanbaru. Tersirat dalam kesimpulan akhir penilaian yang yang disampaikan oleh tim visitasi Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru telah memenuhi semua syarat dan prasyarat untuk berdiri sebagai sebuah lembaga pendidikan dan pantas mendapat ijin operasional.

Akhirnya atas Berkat dan Rahmat yang berlimpah dari Tuhan yang disertai segala upaya dan doa selama hampir 2,5 tahun , Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru mendapat Ijin Operasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan nomor ijin DIKTI : 144/E/0/2014.  Dengan dikantonginya ijin operasional dari Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru mulai  melakukan penerimaan mahasiswa baru dan perkuliahan di tahun ajaran 2014/2015.

 

Penerimaan Mahasiswa Baru Angkatan Pertama

Dengan terbitnya ijin operasional yang dikeluarkan oleh Dirjen DIKTI dan jadwal perkuliahan, berbagai upaya dikerahkan untuk menarik minat calon mahasiswa menempuh pendidikan di Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru. Waktu PMB ditetapkan tanggal 10 Juli sampai dengan 12 Agustus 2014.  Waktu yang terbatas memaksa Pimpinan dan Pengurus Yayasan John Paul II berpikir keras bagaimana strategi yang tepat untuk penerimaan mahasiswa baru. Hal itu karena ijin operasional Dirjen DIKTI diberikan setelah pengumuman kelulusan siswa SMA kelas 3, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan promosi ke sekolah-sekolah. Untuk keperluan promosi dan penerimaan mahasiswa hal yang dilakukan antara lain dengan mencetak brosur dan spanduk penerimaan mahasiswa baru yang disebar dan dipasang di berbagai tempat strategis baik di kota Pekanbaru maupun luar Pekanbaru. Selain itu, Pengurus Yayasan John Paul II Pekanbaru, dosen, dan karyawan melakukan promosi ke luar kota seperti Duri, Dumai, Bagan Batu, bagan Siapi-Api, Selat Panjang, dan Air Molek. Para pengurus juga memanfaatkan hubungan baik dengan berbagai pihak untuk menyebarkan pengumuman PMB seperti melalui gereja, tokoh-tokoh umat, sekolah-sekolah dll. Upaya maksimal tersebut dilakukan untuk memperkenalkan dan mempromosikan keberadaan Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru.

Kerja keras yang dilakukan seluruh civitas Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru berbuah manis. Dalam waktu yang terbatas, 36 mahasiswa baru mendaftarkan diri menjadi peserta didik angkatan pertama tahun ajaran 2014-2015.

 

Peresmian Kampus Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Peresmian kampus Akademi Kesehatan john Paul II Pekabaru dilakukan pada hari Senin tanggal 22 September 2014. Peresmian diawali dengan misa sukur dan dilanjutkan dengan  pemercikan air suci dan pemberkatan gedung dan lokasi kampus AKJP II Pekanbaru oleh Uskup Padang yang juga selaku Pembina Yayasan John Paul II Pekanbaru Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFM. Misa Sukur dan pemberkatan ini dihadiri oleh undangan dari berbagai stake holder yang terkait dengan AKJP II Pekanbaru, diantaranya Pengurus Yayasan John Paul II Pekanbaru, Direktur, Wakil Direktur, dan perwakilan Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru, pastor, suster, perwakilan umat Paroki Santo Paulus dan Paroki Santa Maria  a Fatima Pekanbaru,  Dosen, karyawan, dan lainnya.

Kampus Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Dr. Ir. H. Agus Dwi Sumarno, MM. MSi, mewakili Gubernur Riau Annas Ma’mun. Acara peresmian kampus AKJP II Pekanbaru dihadiri oleh perwakilan instansi pemerintah setempat mulai dari lurah, camat, hingga dinas pendidikan kota dan provinsi. Yang istimewa tentu adalah kehadiran 36 orang mahasiswa angkatan pertama dari Program Diploma III Analis Kesehatan Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru dari berbagai kota yang akan memulai perkuliahan perdana di kampus baru. Dengan mengenakan jas almamater mereka siap untuk menuntut ilmu di kampus baru AKJP II Pekanbaru.

Dalam acara peresmian tersebut, secara berturut-turut memberikan sambutan adalah Ibu Anna Maria, M.Pd selaku Direktur Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru, Ketua Yayasan John Paul II Pekanbaru Rm. Antonius Konseng Pr. M.Sc,  Dr. Ir. H. Agus Dwi Sumarno, MM. MSi mewakili Gubernur Riau, dan Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFM.

KALENDER

Januari 2018
S S R K J S M
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

DOWNLOAD AREA

Klik Di Sini