Hartini H, Asrina Pertiwi AW

Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru, Mahasiswi Akademi Analis Kesehatan Fajar Pekanbaru

e-mail : hartini_h@rocketmail.com

Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik. ISSN: 2527-5267.

Vol.1. No.1 (2016) 29-35


ABSTRAK

Tepung terigu merupakan bubuk halus hasil dari penggilingan biji gandum. Umumnya tepung terigu berwarna kekuning-kuningan. Namun dalam pengolahan tepung terigu para produsen sering menambahkan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya berupa klorin. Klorin adalah bahan kimia yang dapat mengurangi nutrisi tepung dan merusak vitamin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi klorin pada tepung terigu yang dijual di Pasar Kodim Pekanbaru. Penentuan klorin diuji secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan uji kualitatif diperoleh bahwa tepung terigu tidak bermerk mengalami perubahan warna menjadi merah muda lebih pekat dibandingkan dengan tepung terigu bermerk. Berdasarkan uji kuantitatif diperoleh bahwa kadar klorin pada tepung tidak bermerk yaitu TBC lebih tinggi yaitu 6,06±0,02 ppm dibandingkan tepung bermerk yaitu Danau (BC) 4,48±0,02 ppm. Tepung terigu bermerk dan tidak bermerk yang digunakan pada penelitian ini masih layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat sebab kadar klorinnya berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat yaitu 45 ppm.
Kata kunci : tepung terigu, klorin, spektrofotometri

ABSTRACT

Flour is finely powdered result of oat milling. In general, the color of wheat flour is yellowish. However, some manufacturers often add dangerous (BTP) Food Additive like chlorine to wheat flour. Chlorine can reduce flour nutrition and destroys vitamins. The purpose of this study was to identify chlorine in wheat flour which was sold at Kodim Market in Pekanbaru. Chlorine in sample was determined by qualitative and quantitative test. The result of qualitative test showed that generic wheat flour was more pinkish than branded wheat flour. The result of quantitative test showed that the concentration of chlorine in generic wheat flour (TBC) was 6,06±0,02 ppm higher than branded wheat flour (BC) 4,48±0,02 ppm. Both generic wheat flour and branded wheat flour which were used in this research were still safe to consume because the concentration of chlorine was below the threshold of U.S. Food and Drug Administration (FDA) that is 45 ppm.
Keywords : wheat flour, chlorine, spectrophotometry

Artikel yang Direkomendasikan